Feeds:
Posts
Comments

Pada masa sekarang banyak sekali orang yang membuka usaha – usaha baru. Hal itu sangat membantu sekali untuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada terutama di Indonesia ini. Tetapi tidak sedikit dari usaha – usaha tersebut yang mengalami kesulitan dan sampai gulung tikar dikarenakan krisis – krisis yang sering terjadi sekarang ini dan hanya beberapa usaha saja yang dapat bertahan. Karena untuk menjalankan suatu usaha itu tidak semudah membuka suatu usaha. Kalau hanya untuk membuka suatu usaha, hampir sebagian besar orang bisa, tetapi untuk membuat usaha tersebut sukses dibutuhkan kegigihan dan pantang menyerah meskipun mengalami masalah – masalah yang ada. Menciptakan suatu produk pun tidak lah mudah, karena kita tidak hanya menciptakan produk yang orang lain sudah memproduksinya. Bila kita melakukan hal itu, akan kalah dalam berkompetisi, tetapi kita harus dapat melakukan inovasi – inovasi baru dan dapat menarik pelanggan untuk datang ke tempat kita. Karena sangat susah untuk membuka suatu hal yang baru, di mana orang lain sudah membuka suatu usaha di sana. Terutama di bidang makanan, karena bila tidak menonjol, orang – orang tidak akan tertarik untuk berkunjung. Sehingga diperlukannya kreatifitas untuk menciptakan suatu inovasi.

Seperti halnya yang telah dilakukan oleh Pak Andi, beliau adalah seorang entrepreneur yang membuka usahanya dibidang makanan terutama café. Beliau juga memiliki istri dan seorang anak perempuan yang dianugerahkan oleh Tuhan yang Maha Esa. Beliau membagikan pengalaman – pengalaman ataupun kunci sukses yang beliau miliki kepada mahasiswa – mahasiswa IBM agar pengalamannya dapat berguna untuk kedepannya.

Usaha beliau bertempat di Citraland G-walk yang sekarang sangat terkenal sebagai pusat makanan dengan nama Agojas. Nama itu sering terdengar di telinga kita, terutama bagi orang – orang yang sering berjalan – jalan di sekitar G walk. Karena café Agojas ini dipenuhi banyak orang terutama pada hari jumat, sabtu dan minggu. Bukan hanya anak muda saja, tetapi sampai ke orang – orang tua. Bahkan pada hari –  hari biasapun café milik Pak Andi tersebut tetap mendapatkan pengunjung. Di sekitar Pak Andi, tidak sedikit café – café yang juga ramai akan pengunjung, tetapi café Agojas milik Pak Andi ini dapat bersaing dengan usaha – usaha di sekitarnya. Usaha ini buka saja dapat bersaing di G walk saja, tetapi Pak Andi memiliki cabang Agojas yang lain yaitu yang di mulyosari. Agojas yang di mulyosari tidak kalah ramainya dibanding dengan yang ada di G walk. Pertama kalinya Agojas tersebut dibuka adalah di Mulyosari, baru kemudian Pak Andi melakukan ekspansi atau membesarkan usahanya sampai ke Surabaya Barat yaitu di G walk. Karena dengan begitu bisa menjangkau pelanggan – pelanggan yang berada di daerah yang jauh, seperti yang kita tahu Mulyosari juga berada di pojok di dekat laguna. Sehingga orang – orang yang tinggal di sisi satunya agak malas untuk datang ke Agojas di Mulyosari dan Pak Andi melakukan inovasi untuk membuka usahanya di sisi Surabaya yang lain. Beliau juga berkata sebagai entrepreneur tidak boleh hanya membuka satu usaha saja atau tetap berada di zona nyaman, tetapi terus mengembangkan usaha yang telah dimiliki atau membuka usaha yang baru. Dengan begitu dapat menjangkau pelanggan dan membuka peluang – peluang baru.

Beliau tidak memulai perjalanannya menuju sukses setelah beliau lulus kuliah, tetapi beliau sudah memulainya sejak masih duduk di bangku SMP yaitu pada tahun 1988 sehingga beliau sudah memiliki banyak pengalaman tentang membuka usaha. Beliau sendiri menyarankan kepada mahasiswa – mahasiswa Universitas Ciputra untuk memulai usaha itu dari sekarang, bukan menunggu mereka lulus dari kuliah. Nama Agojas pun berkembang dimulai dari pertama kali Pak Andi membuka suatu usaha sampai beliau akhirnya dipanggil Agojas oleh teman – temannya. Itu berarti nama “Agojas” itu sendiri sudah tertanam di pikiran masyarakat sekitar. Agojas sendiri tidak memiliki arti atau makna tersendiri, tetapi hanya sebuah nama atau brand. Usaha yang pertama kali ia mulai adalah mainan mobil Tamiya yang sangat digemari pada masa – masa itu. Hampir semua anak pada jaman tersebut memiliki Tamiya dan bermain Tamiya. Memang tidak semua usaha yang Pak Andi mulai itu berhasil, tetapi dari usaha – usaha tersebut ada pengalaman yang dapat beliau peroleh. Tidak di bidang mobil Tamiya saja, tetapi hampir semua mainan anak – anak.

Pada tahun 1993, nama atau brand Agojas ini sudah mulai terkenal di masyarakat sekitar terutama di kalangan anak – anak. Karena usaha ini berkecipung di bidang mainan anak – anak. Karena seperti yang kita tahu target yang paling mudah untuk didapat adalah anak – anak, contohnya McDonalds. Target yang ia tuju sebenarnya adalah anak – anak, hal itu dapat menjelaskan mengapa ada “happy meal” yang dikhususkan untuk anak – anak dan masih banyak lagi usaha – usaha yang seperti itu. Semakin orang mengenal brand Agojas ini, semakin mudah beliau memasarkan produk – produk yang ia miliki. Karena brand itu sangat penting di dalam suatu usaha.

Pada tahun 1995, beliau mencoba usaha yang lain, tidak hanya selalu mainan anak – anak. Tetapi beliau mulai beralih ke alat – alat olahraga yang biasanya ditayangkan di televisi atau berada di iklan – iklan. Usaha yang ia rintis ini juga cukup terkenal terutama di daerah Surabaya. Usaha ini sudah dipasarkan di pasar lokal, di tempat – tempat di Surabaya bahkan sampai ke luar kota. Semua usaha bila dilakukan dengan sungguh – sungguh dan pantang menyerah akan dapat berkembang. Karena setiap usaha yang dilakukan pasti mengalami banyak masalah. Dalam membuka usaha – usaha yang baru, Pak Andi tidak pernah mengubah nama usahanya. Beliau tetap menggunakan nama Agojas apapun produk yang ia jual. Setelah dari alat – alat olahraga yang ditayangkan di televisi, Pak Andi beralih ke olahraga berkuda. Cerita tentang Pak Andi berusaha di olahraga berkuda sangat abstrak dan tidak begitu jelas. Karena sedikit sekali yang beliau ceritakan tentang pengalaman ini. Setelah itu beliau berkecipung di bidang elektronik terutama alat komunikasi yang sekarang tidak kalah populernya dengan barang – barang yang lain yaitu telepon genggam atau lebih dikenal dengan nama handphone. Tidak hanya handphone saja, tetapi sampai ke asesoris handphone yang sangat digemari terutama anak – anak remaja. Dalam membuka usaha ini, Pak Andi tidak merubah nama usahanya. Beliau tetap menggunakan nama Agojas sebagai nama usahanya. Usaha yang beliau baru rintis ini sukses sampai tahun – tahun berikutnya.

Tetapi pada tahun 1998, di mana terjadi krisis moneter di Indonesia, usaha dari Pak Andi ini juga terkena dampak dari krisis moneter tersebut. Bukan hanya usaha Pak Andi saja, tetapi sebagian besar usaha yang ada di Indonesia ini mengalami banyak masalah dan goncangan. Hampir sebagian besar usaha yang telah dibuka oleh Pak Andi itu goncang satu persatu dan yang tersisa adalah usaha alat komunikasi ini saja yang dapat bertahan. Pada masa – masa tersebut orang hanya berpikir bagaimana mereka dapat memperoleh uang terutama untuk makan. Karena pada saat krisis seperti itu, setiap orang kebingungan bagaimana memperoleh pemasukan selain itu harga – harga barang juga melonjak sangat tinggi. Setelah perekonomian kembali normal, beliau mencoba merintis usaha – usaha baru lagi.

Seperti yang kita tahu, pada saat itu lagi terkenalnya mainan yang bernama playstation. Hampir setiap anak – anak bermain mainan tersebut. Pak Andi membuka toko yang menjual mainan tersebut, tetap menggunakan nama Agojas sebagai brandnya. Itu membuat nama Agojas begitu dikenal orang, terutama orang – orang yang sudah tahu dengan nama Agojas lebih percaya untuk membeli barang – barang di toko Pak Andi tersebut. Mainan ini tidak hanya dimainkan oleh anak – anak, tetapi sampai pada usia remaja, bahkan mungkin orang – orang yang sudah berumur. Sehingga usaha ini sukses, meskipun tetap mengalami masalah – masalah, seperti adanya persaingan dengan orang – orang di sekitarnya. Selain itu Pak Andi sudah berpengalaman di bidang membuka suatu usaha. Setelah pada tahun 2001 ini, beliau memperoleh beasiswa untuk sekolah di Australia. Tetapi beliau tidak menyelesaikannya dan pulang kembali ke Indonesia pada tahun 2003. Hal itu dikarenakan biaya hidup yang dikeluarkan di sana sangat tinggi dan harga valuta asing dollar Australia terus meningkat. Dikarenakan hal itu beliau harus kembali ke Indonesia dan ia tidak berhasil menyelesaikan kuliahnya. Kemudian beliau melanjutkan usaha – usahanya dan mencoba membuka usaha – usaha baru. Beliau berpikir untuk membuka suatu resto makanan atau café. Tetap dengan menggunakan brand beliau yang beliau pakai sejak masih duduk di kelas SMP yaitu Agojas. Beliau membuka café ini pertama kali di daerah mulyosari. Café ini menjual berbagai macam makanan, tetapi menu utamanya adalah jagung bakar. Jagung bakar di Agojas itu juga sangat enak dan banyak sekali penggemarnya. Yang berkunjung ke sana bukan saja orang – orang yang berada di daerah itu, tetapi dari berbagai macam tempat di Surabaya mereka jauh – jauh untuk makan di Agojas.

Sambil menjalankan usaha ini, pada tahun 2004, beliau mencoba usaha – usaha yang lain terutama usaha properti. Beliau bergabung di salah satu cabang properti yang lumayan terkenal yaitu Ray White yang berada di Surabaya. Usaha ini adalah memperjualkan properti – properti yang ada dan biasanya akan mendapatkan reward atau penghargaan bila dapat menjual banyak properti. Pak Andi ingin mendapatkan penghargaan itu dan berusaha menjual sebanyak – banyaknya properti yang dapat dia jual. Dalam dua tahun, tetapi penghargaan tersebut belum juga didapatkannya. Setelah itu beliau memutuskan untuk berhenti dari bidang properti ini dan lebih fokus ke café yang ia buka. Karena café itu semakin hari semakin ramai dan memiliki banyak pelanggan. Sehingga usaha ini semakin sukses

Kesuksesan Agojas café ini tidak terjadi begitu saja, tetapi menghadapi banyak masalah dan tantangan. Sehingga Pak Andi harus melakukan banyak inovasi – inovasi agar tidak sama seperti jagung – jagung bakar yang berada di pinggir jalan. Pada saat awal mulanya café Agojas ini dibuka, beliau menjual makanan – makanan seperti seafood dan lain – lain. Café ini sudah memiliki nama, karena sejak masih kelas SMP sampai beliau membuka berbagai usaha, beliau tetap menggunakan nama Agojas. Sehingga nama Agojas itu tidak asing lagi untuk didengar. Selain itu beliau mencoba menambahkan beberapa makanan tambahan, terutama makanan ringan selain dari makanan – makanan utama yang sudah ada. Beliau menambahkan seperti, roti bakar, jagung bakar, dan lain – lain. Makanan – makanan tersebut sangat laris bahkan melebihi makanan utama. Biasanya orang – orang datang untuk memakan makanan – makanan ringan tersebut. Sehingga Pak Andi mengubah menu atau daftar makanan yang dimilikinya sehingga daftar utamanya adalah makanan – makanan ringan. Tetapi beliau tetap menyediakan makanan – makanan yang lainnya. Tidak hanya fokus di satu bagian makanan saja.

Pak Andi sering sekali memperhatikan pelanggan – pelanggannya pada saat memakan makanan – makanan yang mereka pesan. Sebagian besar, perempuan dapat makan lebih banyak daripada laki – lakinya. Suatu hari beliau melihat bahwa ada seorang perempuan yang kesusahan saat memakan jagung bakar. Dari melihat hal seperti itu, beliau berpikir atua mencari sebuah inovasi bagaimana membuat jagung bakar itu agar mudah untuk dimakan perempuan. Karena perempuan – perempuan tersebut takut makannya tidak rapi dan meninggalkan sisa – sisa makanan di sekitar mulut atau gigi, selain itu kosmetik yang mereka gunakan juga dapat rusak. Sehingga beliau menyediakan satu menu makanan jagung bakar lagi, tetapi dengan biji jagunya saja tanpa tangkai jagung tersebut. Sehingga perempuan tersebut dapat makan menggunakan sendok, sekarang orang – orang biasanya menyebut dengan jagung serut. Hal itu sangat mempermudah perempuan untuk memakan jagung tersebut dan mereka tidak takut cemot. Bahkan perempuan – perempuan tersebut bisa menambah berkali – kali. Karena inovasi ini, banyak sekali pelanggan – pelanggan yang mulai berkunjung dan mencoba jagung serut ini. Beliau lebih fokus pada usaha yang satu ini, karena usaha ini begitu ramai dan beliau memikirkan bagaimanan membuka cabang – cabang di berbagai tempat. Beliau memusatkan perhatiannya kepada usaha ini dan meninggalkan pekerjaan mengajarnya sebagai dosen di UBAYA.

Banyak sekali yang beliau dapat dari pengalaman – pengalaman yang pernah ia alami. Terutama suka duka yang beliau rasakan, beliau juga memperoleh banyak pendapat atau saran dari pelanggan ataupun teman – teman yang ada di sekitarnya. Semua hal itu dapat dijadikan masukan untuk menjadi lebih baik. Beliau juga berkata bahwa mahasiswa – mahasiswa Universitas Ciputra harus sudah mulai membuat brand atau nama usaha dari sekarang. Sehingga pada saat nanti sudah lulus kuliah, brand tersebut sudah banyak dikenal orang. Memulai usaha bukan dimulai pada saat sudah lulus kuliah, tetapi dimulai dari sekarang. Memang banyak sekali masalah – masalah yang akan dihadapi, tetapi masalah – masalah tersebut harus dihadapi dengan pantang menyerah. Karena dengan masalah – masalah yang ada, kita akan menjadi lebih baik dan memperoleh suatu pengalaman. Beliau juga berbicara tentang arti dari kesuksesan. Karena banyak sekali pandangan tentang orang sukses, sebagian besar orang berpikir bahwa kesuksesan tersebut dapat diukur dengan uang atau kekayaan. Sehingga orang yang kaya itu pasti adalah orang yang sukses. Tetapi sebagian orang juga berpikir bahwa uang atau kekayaan bukanlah suatu tolak ukur untuk menjadi orang sukses. Karena banyak sekali yang harus diperhatikan, seperti keluarga. Keluarga adalah suatu bagian yang menjadi satu dalam hidup ini. Sehingga kesuksesan itu tergantung dari pandangan setiap orang, hal apa yang paling diutamakan.

Beliau juga menyarankan kepada mahasiswa – mahasiswa Universitas Ciputra bahwa memiliki kartu nama itu sangatlah penting. Karena dari 180 orang mahasiswa yang ada, hanya 15 orang saja yang membawa kartu nama pada saat itu. Kartu nama itu adalah salah satu bentuk promosi yang dapat dilakukan dan membuat orang – orang dapat mengenal kita hanya melalui kartu nama. Karena hal yang sulit untuk mengingat banyaknya nama orang yang ada, maka itu dibutuhkan kartu nama. Untuk mempermudah bila mencari seseorang. Kartu nama tersebut berisi identitas dan nomor yang dapat dihubungi. Hal itu memudahkan agar orang lain mudah untuk mencari kita dan disarankan untuk tidak terlalu sering ganti nomor telepon atau nomor handphone.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari Pak Andi, yaitu membuat suatu brand dan membuat brand itu dikenal orang. Karena dengan begitu memudahkan kita untuk membuka suatu usaha. Untuk menjadi seorang entrepreneur diperlukan kegigihan dan pantang menyerah. Karena untuk menjadi orang yang sukses tidak ada jalan yang mulus, tetapi pasti akan ada masalah – masalah yang timbul dan hal itu dapat menjadi sebuah pengalaman untuk menjadi yang lebih baik.

Bapak Benaya lahir di Palangkaraya, 1981. Beliau lulusan Jerman. Beliau adalah orang yang mengerti dan mengurusi mengenai sertifikasi pangan, usahanya bergerak di bidang konsultan sertifikasi pangan tersebut. Beliau bekerja di bidang HACCP, ISO, GMC, dan Halal Certification. Beliau hadir di Universitas Ciputra, tanggal 25 Oktober 2010, untuk menjelaskan kepada mahasiswa dan mahasiswi Ciputra mengenai masalah sertifikasi pangan. Karena hal ini adalah suatu bagian yang penting, apabila mahasiswa – mahasiswi di Universitas Ciputra menciptakan produk yang berhubungan dengan makanan atau minuman.

Di awal seminar, beliau bercerita mengenai masalah Indomie yang ditolak oleh Negara Taiwan. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap penjualan Indomie. Masalah yang muncul tersebut dikarenakan oleh bahan pengawet “nipagin” yang digunakan oleh pihak Indofood. Bahan – bahan pengawet tersebut memiliki batas maksimum untuk ditambahkan ke pangan tersebut. Hal ini ditetapkan oleh FHO. Di setiap Negara, peraturan tersebut berbeda – beda. Maka itu, sertifikasi tentang pangan ini harus jelas. Karena bila tidak, akan memberikan dampak yang buruk.

PIRT adalah ijin edar produk pangan olahan yang diproduksi oleh UKM untuk dipasarkan secara lokal. Ijin PIRT hanya untuk produk pangan olahan dengan tingkat resiko yang rendah. Apabila anda mendaftar, anda akan memperoleh 2 sertifikat yaitu sertifikat penyuluhan dan sertifikat PIRT. Di Surabaya, pelaksanaan penyuluhan bekerjasama dengan GAPMMI Jatim.

Untuk catering, restoran, dan hotel diperlukan “tanda daftar jasaboga” melalui Dinkes kab./ kota setempat. Ini berbeda dengan sertifikat PIRT, karena PIRT khususu buat produk olahan. Untuk produk obat tradisional, diperlukan ijin edar dari Depkes Provinsi dengan kode :

  1. TR untuk produksi dalam negeri
  2. TL untuk produksi luar negeri

Dari seminar ini, saya dapat mengerti bagaimana melakukan sertifikasi pangan dan apa saja yang harus saya lakukan. Hal ini sangat berguna buat usaha – usaha baru yang bergerak di bidang makanan dan minuman, karena bila anda ingin memasukkan produk anda ke mini market ataupun supermarket, mereka akan meminta ijin – ijin seperti ini.

Persyaratan PIRT:

  1. Berkas :
    1. Mengisi formulir permohonan ijin PIRT
    2. Fotokopi KTP sebanyak 1 lembar
    3. Pas foto 3×4 sebanyak 3 lembar
    4. Rancangan label dari kemasan
    5. Denah lokasi dan denah bangunan
    6. Membayar Retribusi
    7. Penyuluhan
    8. Inspeksi Lokasi Usaha

PIRT tidak berlaku untuk produk :

  1. Susu dan hasil olahannya
  2. Daging, ikan, unggas, dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku
  3. Pangan kaleng (PH>4,5)
  4. Minuman beralkohol
  5. Air minum dalam kemasan (AMDK)
  6. Pangan lain yang wajib memenuhi persyaratan SNI

Jenis Pangan ini harus menggunakan ijin BPOM Provinsi atau BPOM Pusat

Registrasi BPOM

  1. Ijin MD diperlukan bagi perusahaan pengolahan pangan yang produknya :
    1. Dipasarkan secara nasional
    2. Masuk dalam kategori resiko sedang atau tinggi
    3. Ijin ML diperlukan untuk produk pangan olahan yang di impor ke Indonesia
    4. Registrasi dilakukan melalui  BPOM Jawa Timur di Jalan Karangmenjangan 20, Surabaya telp : 031-5020575, 031-5048833 ( bagian ULPK)
    5. Biaya :
      1. Biaya registrasi sesuai PP No 48/2010
      2. Biaya pengujian produk
      3. Website : http://www.pom .go.id

Prinsip Penilaian Keamanan Pangan:

  1. Penilaian Persyaratan Umum :
    1. MD (makanan dalam negeri)
      1. i.      Ijin Industry
      2. ii.      Surat lisensi
    2. ML (makanan luar negeri)
      1. i.      Surat penunjukkan
      2. ii.      Health sertifikat
      3. iii.      Free sale
      4. Penilaian Persyaratan Teknis :
        1. Komposisi
        2. Spesifikasi bahan
        3. Cara produksi
        4. Hasil analisa lab
        5. Penilaian Label :
          1. Nama dagang, nama jenis, isi/berat bersih
          2. Nama dan alamat perusahaan
          3. Komposisi, kode produksi
          4. Kadaluwarsa, Nomor BPOM Ri MD/ML
          5. Gambar / logo

Sertifikasi Halal

  1. Sertifikat halal bersifat sukarela
  2. Sertifikat halal dikeluarkan oleh Majelis Utama Indonesia (MUI) melalui LPPOM-MUI
  3. POM MUI Jawa Timur, Jl Dharmahusada Selatan No 5, Surabaya

Telp : 031 – 5965518

Email : lppommuijtm@yahoo.co.id

Website : www.halalmui.org

Persyaratan Sertifikasi Halal

  1. Perusahaan harus mempunyai Halal Assurance System (HAS)
  2. Perusahaan mengangkat Internal Auditor
  3. Masa berlaku sertifikat Halah adalah dua tahun
  4. Biaya sertifikasi antara Rp 1.000.000 – Rp 3.500.000
  5. Untuk menggunakan logo halal pada label, perlu ijin dari BPOM RI

Sertifikasi Pangan lainnya.

  1. SNI (air kemasan, gula, garam, dll) melalui lembaga sertifikasi seperti : Sukofindo, TUV, dsb
  2. HACCP (Hazard Assessment Critical Control Point)
  3. ISO 22000/2008
  4. BRC (British Retail Consorsium)
  5. IFS (International Food Standard)

Perijinan penting lainnya

  1. Sertifkat Merk
  2. Legalitas Usaha

Pada tanggal 4 Oktober 2010, Universitas Ciputra kedatangan pembicara bernama Ir Jarot Widjanarko dengan tema “Managing Your Business”. Beliau membagikan pengalaman – pengalaman yang diperolehnya selama ini dan perjalanan karirnya, dimulai dari awal beliau memulai karirnya sampai membuka bisnis sendiri hingga sekarang. Beliau juga menceritakan bagaimana masalah – masalah yang timbul dalam menjalani bisnisnya dan solusi yang dapat beliau berikan, strategi – strategi yang dia gunakan.

Awalnya beliau bekerja di PT Astra yang bergerak di bidang trading company. Beliau memulai segalanya dengan tangan kosong dan bekerja sebagai salesman. Beliau dikenal sebagai orang yang jujur dan pekerja keras. Dari hasil kerjanya, beliau memperoleh beberapa buyer yang setiap terhadap beliau. Setelah lama bekerja, pada tahun 1992, beliau memutuskan keluar dari pekerjaannya di Astra Trading Company dikarenakan ada seorang buyer dari Inggris yang dapat mendanai beliau dalam membuka suatu usaha, tetapi beliau harus mencari seorang partner untuk bekerja sama dengan begitu buyer tersebut akan lebih percaya dalam mendanai. Bisnis yang bergerak dibidang trading ini berjalan cukup lancer, dikarenakan sebelumnya beliau menjadi pegawai di Astra Trading Company, suatu hal yang tidak sulit untuk menjalankan bisnis dalam bidang yang sama.

Pada tahun 1995, beliau mulai mendirikan perusahaan dengan brand Happy Holy Kids yang bergerak khusus untuk anak – anak. Happy Holy Kids pertama kali bergerak dibidang pendidikan yaitu sekolah untuk anak – anak. Tetapi pada tahun 1998, terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia, hal tersebut membuat para buyer – buyer dari luar negeri tidak datang kembali. Sehingga secara terpaksa beliau harus menutup usaha trading tersebut. Dikarenakan masalah yang dihadapi oleh beliau sehingga beliau memutuskan untuk bekerja di Amway selama 6 bulan. Pada saat beliau bekerja di Amway, beliau belajar tentang MultiLevel Marketing. Setelah itu, sistem MultiLevel Marketing atau yang biasa disebut dengan MLM diterapkan pada perusahaan IFA yang beliau miliki.

Perusahaan IFA ini bergerak dibidang garment yaitu fashion terutama untuk perempuan. Perusahaan IFA bisa mencetak omzet sebesar 300 milyar per tahun dan itu bukan jumlah yang kecil. Tetapi untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan strategi dan kerja keras. Sistem MLM yang beliau terapkan membuahkan hasil, beliau tidak hanya mengembangkan perusahaan IFA saja, melainkan beliau juga mengembangkan Happy Holy Kids dan memperbanyak jumlah sekolah yang beliau miliki bahkan beliau juga menggunakan sistem franchise. Beliau berencana untuk membuat produk – produk dengan brand Happy Holy Kids, serta membuat taman bermain seperti Disneyland dengan brand Happy Holy Kids. Itu adalah cita – cita beliau untuk mengembangkan Happy Holy Kids di masa depan.

Dalam menjalankan bisnis, kita harus memulainya dengan mimpi. Dengan adanya mimpi kita memiliki tujuan yaitu mencapai mimpi kita. Seperti halnya orang menyetir mobil, apabila mereka tidak memiliki tujuan, maka mereka tidak akan pernah sampai tujuan. Sehingga tetapkan dulu tujuan kita, baru kita berjalan. Dengan memiliki mimpi dan visi, kita dapat menularkan hal tersebut ke anak buah. Karena kita tidak dapat mengelola suatu perusahaan sendirian, melainkan kita harus melakukannya bersama – sama dengan partner atau rekan kerja yang kita miliki. Mimpi yang kita miliki boleh idealis, dengan menanamkan nilai – nilai kepada para konsumen.

Selain itu strategi yang beliau miliki adalah menghilangkan kata “tidak mungkin”. Kita harus menghilangkan halangan – halangan yang dapat menghalang kita untuk maju. Halangan – halangan tersebut adalah batas suku, batas fisik, peristiwa traumatis, kegagalan, pendidikan, ekonomi, dan usia tua / muda. Terkadang penghalang ini membuat kita takut dan menghalangi kita untuk lebih maju. Bahkan peristiwa – peristiwa yang membuat kita trauma, membuat kita tidak berani mengambil risiko – risiko yang ada. Orang juga sering mengatakan bahwa pendidikan dan ekonomi sangat berpengaruh, tetapi setiap ada keniatan pasti ada jalan. Modal untuk memulai usaha hanyal dengan memiliki konsep, strategi, dan ide.

Menghilangkan halangan – halangan itu sangat penting, tetapi juga ada hal penting lainnya. Beliau berkata bahwa kita harus memiliki “Spirit of Excellence” yang terdiri dari integritas, fokus pada tujuan, menjadi pemain bukan penonton, dan menguasai “Team”. Integritas dalam menjalankan suatu usaha adalah suatu pokok yang penting, kita tidak mudah menyerah dan memiliki tanggung jawab. Selain itu, fokus kepada tujuan kita, apabila dalam menjalankan usaha kita tidak fokus. Maka kita tidak akan pernah sampai ke visi yang kita buat. Selalu pada jalur yang benar. Ketiga, dengan menjadi pemain, penentu arah bisnis tersebut. Keempat, dengan memiliki team dan dapat menguasai team tersebut, dengan adanya team dapat membantu dan mendukung satu sama lain. Team yang solid akan memberikan dampak yang buat buat kinerja bisnis tersebut.

Menurut Ir Jarot Widjanarko, apabila kita ingin mengelola bisnis kita “Manage Your Business”, hal itu harus dimulai dengan mengelola pribadi kita sendiri. Karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda – beda. Kita harus terlebih dulu mengerti kepribadian kita, beliau juga menjelaskan dengan ilmu psikologi mengenai karakter manusia yang terdiri dari sanguinis, plegmatis, melankolis dan koleris. Apabila kita mengerti dan tahu bagaimana mengelola pribadi kita, hal itu akan lebih mudah untuk mencari partner atau rekan kerja yang cocok untuk kita. Rekan kerja atau partner tidak dapat berdasarkan teman / keluarga, melainkan kita harus mencari yang benar – benar cocok. Selain mengelola pribadi, kita juga harus bisa mengelola hati kita. Hal ini termasuk komponen dalam mengelola pribadi kita. Kita juga harus dapat mengelola masalah, dalam berbisnis pasti ada saja masalah yang timbul, tetapi masalah itu bukan menjadi suatu halangan. Melainkan menjadi suatu batu loncatan untuk kita semakin maju. Apabila kita takut saat menghadapi masalah, maka masalah itu akan menjadi penghalang kita untuk terus maju menggapai impian kita. Waktu juga salah satu hal yang penting dalam berbisnis, terkadang orang sering berkata bahwa waktu adalah uang, selain itu kita juga harus pandai – pandai mengelola uang terutama dalam mengalokasikan uang tersebut. Yang terakhir adalah “memiliki sarang yang kuat” terutama keluarga, meskipun kita bekerja atau kita adalah orang yang ambisius, kita harus tetap memperhatikan atau meluangkan waktu untuk keluarga kita. Banyak sekali di luar sana orang – orang yang kaya dan memiliki banyak uang, tetapi keluarganya berantakan. Hal tersebut tidak dapat mendukung kita dalam melakukan pekerjaan, selain keluarga, ada teman / partner, dan lingkungan di mana kita bergaul. Beliau berkata bahwa kita harus memiliki 4 tipe teman, teman yang agamis, teman yang ambisius, teman yang selalu berpikir optimis, dan teman yang dapat memberikan kita motivasi. Karena hal – hal tersebut sangat membantu kita baik untuk menahan ataupun memberikan kita dorongan.

Selain dari strategi – strategi di atas, beliau juga mengajarkan kita bagaimana untuk menjaga relasi dengan partner atau karyawannya. Terkadang bukan nilai uangnya yang dilihat oleh karyawan tersebut, melainkan nilai yang diberikan oleh beliau kepada karyawan tersebut. Seperti beliau memesan 1 kamar untuk menjalin hubungan / personal relationship yang lebih dalam dengan karyawannya. Agar beliau lebih mengenal karyawannya, hal tersebut dapat meningkatkan loyalitas dan kinerja karyawan tersebut.

Masalah yang lain adalah apabila kita menghadapi masalah atau jalan buntu. Terkadang orang lebih memilih untuk beralih ke bisnis yang lain. Tetapi beliau berkata bahwa kita perlu untuk memotivasi diri kita sendiri. Di mana kita sering berpikir bahwa bisnis ini sudah tidak dapat dijalankan, hal itu bukan berarti bisnis ini benar – benar tidak bisa dijalankan. Melainkan kita sudah merasa bosan atau putus asa. Dalam hal ini, kita harus memotivasi diri kita sendiri untuk bangkit, atau dengan mendengarkan cerita – cerita motivasi dari orang – orang yang jatuh bangun. Selain itu mengingat mimpi yang ingin kita capai, kita menulis mimpi itu dan menempelnya di suatu tempat yang setiap harinya dapat kita lihat.

Dari seminar ini saya memperoleh banyak hal, terutama “Nothing is Impossible”. Apabila ada niat, selalu ada jalan. Yang penting adalah keniatan yang ada di dalam diri kita yang juga menjadi bagian dari 7 Spirit of Entrepreneurship yaitu Passion. Dalam menjalankan bisnis, kita harus memiliki Passion. Selain itu kita juga harus menetapkan visi untuk bisnis kita, kemana kita akan membawa bisnis ini. Ke tingkat Nasional kah atau ke tingkat Internasional? Atau memiliki brand yang kuat, seperti brand – brand yang sudah ada? Dengan adanya mimpi, kita tahu ke arah mana kita akan menuju. Selain itu kita harus fokus dan tidak mudah menyerah. Dengan begitu, meskipun bisnis ini berjalan kurang baik, kita akan berusaha untuk mencari jalan agar bisnis ini mengalami peningkatan. Sebagian besar yang diterangkan oleh Ir Jarot Widjanarko, juga kita dapatkan dari Spirit of Entrepreneurship. Hal itu perlu diterapkan saat kita menjalankan suatu bisnis. Memang kenyataannya, penerapannya jauh lebih susah dibandingkan dengan menuliskannya di lembar kertas. Kita juga perlu membentuk team yang kuat, dalam menjalankan suatu usaha, kita tidak dapat menjalankannya seorang diri, terkadang kita membutuhkan saran – saran atau motivasi yang diberikan oleh partner. Hubungan yang dijalin harus solid, baik hubungan dengan partner ataupun dengan konsumen dan supplier.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.